SILENT I
Malam yang amat sunyi dan gelap di
iringi angin malam yang menusuk pori-pori kulit yang tipis, sang
kejora tak menampakan dirinya di malam yang histeris ini, lampu berdiri tegak di
atas trotoar yang di cat hitam putih terus berkedip-kedip kesepian,
cahanyalampunyaterpantulpadajalan yang penuhdengangenangan air yang dingin.Memangmalam
yang begitumisterihanyaterdengarsuarabinatang yangseringmuncul di saatgelapitu.Di
sebelahutaraterdapatsesosokwanitaberlariketakutan, langkanyamemberikanartibagai
di serangolehmakhluk yang menyeramkan, rautmuka yang mengkhwatirkan,
keadaannyamulaipanikrambutnya yang berantakanterusmenghalangipandangannya yang
jauh.Sesuatumemangterjadipadadirinya, mulutnyakomat-kamitentahapa yang
sebenarnyawanitalusuhitukatakan? Sepertimengucapkan kata-kata penakluksetan, mncul
pula di arah yang sama, sekelompok orang mengenakanjubahhitam,
pandangannyaterpusatpadawanita yang berlariitu,
iahanyaberjalanpelandanterlihattenangmulutnya di tutupoleh masker
tebalberwarnahitamsedikitlusuhtermakanolehwaktu, takadasesuatu yang terjadipadamereka.
Wanitaitutetapberlariterbirit-biritdanketakutan, sorotpandangannyatakpeduliapa
yang iahadapi. Tak di sadariiasampai di tempat yang belumialihatsebelumnya,
tempatkarnavalpesta yang begituangkerdanmengerikan, pintunyaberarsitekturbadut
yang sedangtertawa, di sebelahsudutterdapatlenteramerahyang tergantung di tiang
yang sudahsedikitberkaratdanrapuh. Kecemasanmulaimemuncakpadadirinya,
panikdantakkaruan, iatanpabasa-basimemasukite,pat yang berbaumistisitu.